Dekonstruksi Peran Kecerdasan Emosional: Studi Empiris Pengaruhnya terhadap Kinerja Pegawai Pada Lingkungan Kerja Berbasis Regulasi Tinggi

(Studi Pada Bank Indonesia Gorontalo)

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.59004/bgr15q73

Kata Kunci:

Kecerdasan Emosional, Kinerja Pegawai, Situational Strength Theory, Bank Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai di lingkungan kerja dengan karakteristik High Reliability Organization. Studi dilakukan pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan teoritis (theoretical gap) mengenai peran kecerdasan emosional yang sering dianggap dominan dalam memprediksi kinerja, namun belum teruji konsistensinya pada organisasi sektor publik yang berbasis aturan teknis yang ketat (rule-based). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian adalah seluruh pegawai Bank Indonesia Gorontalo sebanyak 36 orang yang diambil melalui teknik sensus. Data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS]. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang kontras dengan teori umum, di mana kecerdasan emosional berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini dijelaskan melalui perspektif Situational Strength Theory, di mana kuatnya struktur regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Bank Indonesia mereduksi pengaruh variabilitas kepribadian individu terhadap kinerja. Selain itu, kecerdasan emosional teridentifikasi hanya sebagai kompetensi ambang batas (threshold competency) yang wajib dimiliki namun bukan faktor pembeda utama kinerja (differentiating competency). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada profesi teknis-analitis, kinerja lebih didominasi oleh kompetensi teknis dibandingkan faktor emosional.

Referensi

[1] Bernardin, H. J., & Russell, J. E. A. (2013). Human resource management: An experiential approach. McGraw-Hill Education.

[2] Goleman, D. (2019). Kecerdasan emosional: Mengapa EI lebih penting daripada IQ (T. Hermaya, Trans.). Gramedia Pustaka Utama.

[3] Mischel, W. (1977). The interaction of person and situation. In Personality at the crossroads: Current issues in interactional psychology. Erlbaum.

[4] Rahman, F., & Santoso, B. (2021). Pengaruh kompetensi teknis dan kecerdasan emosional terhadap kinerja auditor pemerintah. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah, 16(2), 88-102.

[5] Sari, R. P., & Mulyadi, H. (2022). Emotional intelligence and service quality in hospitality industry. Journal of Indonesian Tourism, 10(1), 22-30.

[6] Spencer, L. M., & Spencer, S. M. (1993). Competence at work: Models for superior performance. John Wiley & Sons.

[7] Wahyudi, S. (2022). Analisis faktor determinan kinerja teknisi pada industri manufaktur. Jurnal Manajemen Industri, 14(1), 45-55.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-25

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Putra, S., Arifin, & Darnawati. (2025). Dekonstruksi Peran Kecerdasan Emosional: Studi Empiris Pengaruhnya terhadap Kinerja Pegawai Pada Lingkungan Kerja Berbasis Regulasi Tinggi: (Studi Pada Bank Indonesia Gorontalo). JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(6), 1599-1604. https://doi.org/10.59004/bgr15q73