Manajemen Stres Kerja Guru di SMP Najib Bariq Kota Bandung
Perspektif Psikologi Organisasi
Kata Kunci:
stres kerja, manajemen stres, psikologi organisasi, guru SMP, kesejahteraan kerjaAbstrak
Stres kerja merupakan fenomena psikologis yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi modern, termasuk organisasi pendidikan. Guru sebagai sumber daya manusia utama di sekolah sering dihadapkan pada tuntutan kerja yang kompleks, baik secara akademik, administratif, maupun sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stres kerja yang dialami guru di SMP Najib Bariq Kota Bandung, faktor-faktor penyebabnya, serta strategi manajemen stres kerja yang diterapkan dalam perspektif psikologi organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran angket stres kerja kepada 25 guru, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan pimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja guru dipengaruhi oleh beban kerja administratif, tuntutan profesionalisme, konflik peran, dan keterbatasan waktu. Penerapan manajemen stres kerja secara individual dan organisasional terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis dan kinerja guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan manajemen sumber daya manusia berbasis kesejahteraan psikologis di lingkungan sekolah.
Referensi
[1] Bay, A., & Harapan, E. (2021). The Role of Teacher Professionalism in Improving the Quality of Education at the First Middle School Level. 746–750. https://doi.org/10.2991/ASSEHR.K.210716.141
[2] Dani, E. C., & Rindaningsih, I. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tsaqofah, 5(1), 579–593. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i1.4553
[3] Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer.
[4] Lubis, H. T., Tobroni, & Widodo, J. (2025). Professional Development of Junior High School Teachers for Sustainable Learning Quality. Academia Open, 10(2). https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.11200
[5] Nidawati, N. (2022). Strategi Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.22373/jm.v12i4.17210
[6] Putra, P. G. N., Dantes, K. R., & Ariawan, I. P. W. (2024). Hubungan stres kerja, budaya organisasi, motivasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja guru. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 15(1), 45–60.
[7] Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.
[8] Sayuti, I., Tunas, B., & Retnowati, R. (2021). Teacher’s performance improvement through strengthening decision making, learning organizations, and self-efficacy. Science Education, 2(8), 431–456. https://doaj.org/article/9accf8bd4df84deebdec822cde66af9c
[9] Sharma, P., & Chand, T. (2024). A study on teacher stress: Causes, types, and management strategies in the educational system. Integrated Journal for Research in Arts and Humanities, 5(2), 33–41.
[10] Wolomasi, A. K., Wea, D., Gaol, E. L., Nonseo, A. N., & Werang, B. R. (2024). Determinant factors of learning quality in Indonesian junior high schools. Edelweiss Applied Science and Technology, 8(6), 1710–1722. https://doi.org/10.55214/25768484.v8i6.2332








