Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah dalam Memelihara Etos Kerja Islami dan Produktivitas Guru
Studi Kasus di MTs YPS Majalaya
Kata Kunci:
etos kerja Islami, kepemimpinan spiritual, produktivitas guru, madrasahAbstrak
Produktivitas guru merupakan salah satu tantangan penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan, termasuk madrasah yang berbasis nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan spiritual kepala madrasah dalam memelihara etos kerja Islami dan meningkatkan produktivitas guru di MTs YPS Majalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah dan perwakilan guru yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala madrasah diwujudkan melalui praktik altruistic love berupa kepedulian, empati, perhatian personal, dan keteladanan nilai spiritual. Kepemimpinan tersebut berdampak pada tumbuhnya etos kerja Islami guru yang ditandai dengan rasa amanah, keikhlasan, dan tanggung jawab moral, serta mendorong produktivitas guru melalui suasana kerja yang nyaman dan manajemen berbasis kepercayaan.
Referensi
[1] Assifudin. (2004). Etos kerja Islami. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
[2] Candra, E., Bahtiar, P., & Jamasy, U. (2022). Pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, dan etos kerja terhadap kinerja guru. Jamasy: Jurnal Akuntansi, Manajemen, dan Pendidikan.
[3] Dalyono, M. (2000). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
[4] Djamarah, S. B. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
[5] Fry, L. W. (2003). Toward a theory of spiritual leadership. The Leadership Quarterly, 14(6), 693–727.
[6] Fry, L. W., & Slocum, J. W. (2008). Maximizing the triple bottom line through spiritual leadership. Organizational Dynamics, 37(1), 86–96.
[7] Hamalik, O. (2013). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
[8] Komariah, A., & Triatna, C. (2014). Visionary leadership: Menuju sekolah efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
[9] Lagunsiang, J. (2018). Leadership and teacher performance in educational organizations. International Journal of Education, Information Technology and Others, 1(1), 60–68.
[10] Luthans, F. (2006). Perilaku organisasi (Alih Bahasa V. A. Yuwono dkk.). Yogyakarta: ANDI.
[11] Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
[12] Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[13] Mulyasa, E. (2015). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
[14] Novliadi, F. (2009). Hubungan antara organization-based self-esteem dengan etos kerja (Tesis tidak diterbitkan). Universitas Sumatera Utara.
[15] Sedarmayanti. (2009). Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Bandung: CV Mandar Maju.
[16] Sergiovanni, T. J. (2000). The lifeworld of leadership. San Francisco: Jossey-Bass.
[17] Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.). Boston: Pearson Education.
[18] Sopiah. (2008). Perilaku organisasional. Malang: ANDI.
[19] Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
[20] Tasmara, T. (2004). Membudayakan etos kerja Islami. Jakarta: Gema Insani.
[21] Triningsih, E. (2018). Kontribusi etos kerja, kepemimpinan transformasional, dan komitmen organisasi terhadap produktivitas kerja guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(2).
[22] Woolfolk, A. (2016). Educational psychology (13th ed.). Boston: Pearson Education.
[23] Yukl, G. (2010). Kepemimpinan dalam organisasi (Edisi ke-5). Jakarta: PT Indeks.
[24] Zohar, D., & Marshall, I. (2004). Spiritual capital: Wealth we can live by. San Francisco: Berrett-Koehler.








