Edukasi dan Penerapan Sistem Digitalisasi Bank Sampah di Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng
Kata Kunci:
Bank Sampah, Digitralisasi, Desa Bonto Tangnga, Literasi Lingkungan, Sampah AnorganikAbstrak
Permasalahan sampah domestik di Desa Bonto Tangnga, Kabupaten Bantaeng, masih menjadi tantangan lingkungan akibat rendahnya kesadaran warga dalam memilah sampah dan sistem manajemen Bank Sampah yang masih konvensional. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan masyarakat serta mengoptimalkan tata kelola Bank Sampah melalui digitalisasi pencatatan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif mengenai pemilahan sampah dari sumber, diskusi penggunaan aplikasi manajemen Bank Sampah berbasis digital, serta pendampingan operasional bagi pengurus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 85% terkait ekonomi sirkular. Implementasi sistem digital berhasil mendigitalisasi data 100 nasabah awal dan meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan hingga 70% dibandingkan sistem manual. Transparansi data yang ditawarkan sistem digital terbukti meningkatkan partisipasi warga dalam menabung sampah, yang terlihat dari peningkatan volume sampah anorganik terkelola sebesar 60% dalam satu bulan pertama. Integrasi edukasi literasi dan penerapan teknologi digital efektif dalam memperkuat kelembagaan Bank Sampah di tingkat desa.
Referensi
[1] Agustina, Y., Andi, K., Sukmasari, D., & Oktavia, R. (2022). Meningkatkan Keterampilan Anggota BUMDes Dahlia melalui Pengolahan Limbah dan Penyusunan Laporan Keuangan (Improving the Skills of Dahlia Bumdes Members through Waste Management and Preparation of Financial Reports ). Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 51–61. Asteria, D., & Heruman, H. (2016). Bank Sampah sebagai Alternatif Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Tasikmalaya. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), 136–141.
[2] Astuti, D., Muharram, J. U., & Listiana, Y. (2018). Pembentukan Bank Sampah di Kebayanan-I Desa Puron Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo. Warta LPM, 21(2), 96–102. https://doi.org/10.23917/warta.v21i2.5320
[3] Basri, Y. M., Yasni, H., Oktari, V., & Indrapraja, D. P. H. (2022). Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produk Bank Sampah di Kecamatan Rumbai. Yumary : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 221–228. https://doi.org/10.35912/yumary.v2i4.1044
[4] Christiawan, P. I. (2018). Membangun Perilaku Sadar Ekologis dan Ekonomis Ibu Rumah Tangga melalui Reorientasi Pemanfaatan Sampah Perumahan di Btn Banyuning Indah. Warta LPM, 21(2), 79–89. https://doi.org/10.23917/warta.v21i2.5018
[5] Iftitah, L., & Raikhani, A. (2018). Pemanfaatan Bank Sampah dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat Kabupaten Jombang. Journal of Public Power, 2(1), 46–62.
[6] Purwanto, P. (2019). Pengelolaan “Bank Sampah” Berbasis Masyarakat sebagai Alternatif Meningkatkan Ekonomi Warga RT 004/RW 09, Cikarang Utara–Bekasi. Academics In Action Journal Of Community Empowerment, 1(1), 27–37. https://doi.org/10.33021/aia.v1i1.740
[7] Rahmadanty, T. A., Suheri, K. N., Nurhopia, N., & Mulyanih, L. (2021). Bank Sampah Digital Kota Serang sebagai Gerakan Lingkungan Berbasis Digital Movement. Ijd-Demos, 3(2), 153–161. https://doi.org/10.37950/ijd.v3i2.104
[8] Ratnaningsih, A. S., Suwartini, I., Fitriani, I., Aristi, D., Setyowati, F., & Novasari, An. (2021). Strategi Pembentukan Kaderisasi Relawan Sadar Lingkungan Berbasis Technopreneurship. Yumary : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
[9] Sulistiyorini, N. R., Darwis, R. S., & Gutama, A. S. (2015). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug. Share : Social Work Journal, 5(1), 71–80. https://doi.org/10.24198/share.v5i1.13120








